Alukrambu solo’ adalah upacara pemakaman adat yang menjadi tradisi orang-orang Melayu serumpun di Toraja, Sulawesi Selatan.Aluk rambu solo Daging kerbau lalu dibagikan kepada yang hadir dengan sebelumnya didendangkan syair-syair kedukaan yang diucapkan dalam bahasa adat Toraja. , Peringatan Hari Jadi tana Toraja.Lagu yang dimainkan
– Rambu Solo merupakan upacara pemakaman adat Toraja, Sulawesi Selatan yang mewajibkan keluarga almarhum membuat pesta sebagai tanda penghormatan terakhir. Arti kata Rambu Solo dalam bahasa Toraja adalah asap yang mengarah ke bawah. Baca juga Tongkonan, Rumah Adat TorajaSejarah Rambu Solo Rambu Solo merupakan upacara pemakaman adat yang mengharuskan keluarga almarhum mengadakan pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang telah meninggal. Upacara adat Rambu Solo ini sudah dimulai kira-kira pada abad ke-9 dan dilaksanakan turun-temurun sampai saat ini. Secara harafiah, dalam bahasa Toraja arti kata Rambu Solo adalah asap yang arahnya ke dari asap ke bawah adalah ritus-ritus persembahan asap untuk orang yang mati dilaksanakan sesudah pukul saat matahari mulai turun atau terbenam. Istilah dari Rambu Solo sendiri terbentuk dari tiga kata, yaitu aluk keyakinan, rambu asap atau sinar, dan turun. Dengan demikian, aluk rambu solo diartikan sebagai upacara yang dilangsungkan saat sinar matahari mulai turun terbenam. Selain aluk rambu solo, upacara adat ini juga memiliki sebutan lain, yaitu aluk rampe matampu. Aluk keyakinan, rampe sebelah atau bagian, dan matampu barat. Jadi, aluk rampe matampu adalah upacara yang dilangsungkan di sebelah barat rumah.
PDF| On Mar 22, 2021, Muh. Saiful Mukminin and others published RAMBU SOLO' SEBAGAI UPACARA PEMAKAMAN JENAZAH DI TANA TORAJA (Tinjauan Wujud dan Unsur
TANA Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata paling populer di Provinsi Sulawesi Selatan. Di sini Anda menikmati kebudayaan khas Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dengan budaya khas Austronesia asli. Cicipilah nuansa lain kebudayaan yang unik dan berbeda, mulai dari rumah adat Tongkonan, upacara pemakaman Rambu Solo, Pekuburan Gua Londa, Pekuburan Batu Lemo, atau Pekuburan Bayi mitos yang diceritakan dari generasi ke generasi, nenek moyang asli orang Toraja turun langsung dari surga dengan cara menggunakan tangga, di mana tangga ini berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua satu-satunya Tuhan.Nama Toraja pertama kali diberikan oleh Suku Bugis Sidenreng yang menyebut penduduk yang tinggal di daerah ini sebagai "Riaja" orang yang mendiami daerah pegunungan. Sementara rakyat Luwu menyebut mereka, "Riajang" orang-orang yang mendiami daerah barat.BARRY KUSUMA Upacara pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Versi lain mengatakan bahwa Toraja dari kata "Toraya" Tau orang, dan raya atau maraya besar, gabungan dua kata ini memberi arti "orang-orang hebat" atau "manusia mulia". Berikutnya istilah yang lebih sering dipakai adalah sebutan Toraja, kata "tana" sendiri berarti daerah. Penduduk dan wilayah Toraja pun akhirnya dikenal dengan Tana Toraja menganut "aluk" atau adat yang merupakan kepercayaan, aturan, dan ritual tradisional ketat yang ditentukan oleh nenek moyangnya. Meskipun saat ini mayoritas masyarakat Toraja banyak yang memeluk agama Protestan atau Katolik tetapi tradisi-tradisi leluhur dan upacara ritual masih terus Toraja membuat pemisahan yang jelas antara upacara dan ritual yang terkait dengan kehidupan dan kematian. Hal ini karena ritual-ritual tersebut terkait dengan musim tanam dan KUSUMA Upacara pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Masyarakat Toraja mengolah sawahnya dengan menanami padi jenis gogo yang tinggi batangnya. Di sepanjang jalan akan Anda temui padi dijemur dimana batangnya diikat dan ditumpuk ke atas. Padi dengan tangkainya tersebut disimpan di lumbung khusus yang dihiasi dengan tanduk kerbau pada bagian depan serta rahang kerbau di bagian Toraja memiliki dua jenis upacara adat yang populer yaitu Rambu Solo dan Rambu Tuka. Rambu Solo adalah upacara pemakaman, sedangkan Rambu Tuka adalah upacara atas rumah adat yang baru Rambu Solo, masyarakat Toraja percaya tanpa upacara penguburan ini maka arwah orang yang meninggal tersebut akan memberikan kemalangan kepada orang-orang yang ditinggalkannya. Orang yang meninggal hanya dianggap seperti orang sakit, karenanya masih harus dirawat dan diperlakukan seperti masih hidup dengan menyediakan makanan, minuman, rokok, sirih, atau beragam sesajian KUSUMA Kerbau-kerbau yang dikorbankan pada upacara pemakaman Rambu Solo di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Upacara pemakaman Rambu Solo adalah rangkaian kegiatan yang rumit ikatan adat serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Persiapannya pun selama berbulan-bulan. Sementara menunggu upacara siap, tubuh orang yang meninggal dibungkus kain dan disimpan di rumah leluhur atau tongkonan.
MAKALAHRAMBU SOLO ADAT TORAJA Postingan. Menampilkan postingan dari Oktober, 2018 Tunjukkan semua. Oktober 22, 2018 MAKALAH UPACARA ADAT RAMBU SOLO . Berbagi Dapatkan link; Facebook; Twitter; Pinterest; Email; Aplikasi Lainnya; Posting Komentar Postingan Lebih Baru Beranda Diberdayakan oleh Blogger
RambuSolo bagi warga Muslim Toraja dimulai dengan Ma'pasa' Tedong atau pasar kerbau. Acara ini digelar di Kelurahan Tarongko, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Jumat (10/6/2022). Ma' pasa' Tedong ini mengawali upacara adat Rambu Solo' (kedukaan) almarhum Ahmad Dalle Salubi di Tongkonan Patongloan Bala'ba' Tarongko.
Pasal23 ini adalah sebuah lagu yang ditulis oleh seorang raja bernama raja Daud. segi pelayanan yang diliputi hukum adat di Toraja Utara yang menarik perhatian penulis adalah “ Upacara Kematian Rambu Solo’ dan Rambu Tuka’. ” Suku Toraja masih terikat oleh adat istiadat dan kepercayaan nenek moyang. Kepercayaan asli masyarakat Tana
SOPAImages - Gallery - Rambu Solo ritual in Tana Toraja, Indonesia. Mabadong Tarian Upacara Di Tana Toraja Foto Stok - Unduh Gambar Sekarang - iStock. Prosesi Ma’badong, Warga Toraja Buktikan Kepedulian NH Soal Rambu Solo | Mata Sulsel. MERDU DAN SAKRAL !! LIRIK MA’BADONG RAMBU SOLO' TORAJA - YouTube. Ma’Badong |